Biaya Awal Beli Rumah Baru: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?
24 September 2026
Biaya awal beli rumah itu perlu diperhitungkan berdasarkan kesiapan dari calon pembelinya. Kesiapan membeli rumah tidak hanya berhenti di harga rumah dan uang muka, tapi banyak komponen lain yang juga perlu dipertimbangkan.
Kabar baiknya, biaya tersebut tidak semuanya perlu dibayarkan sekaligus. Waktu pembayarannya berbeda-beda, mulai dari saat memilih unit, proses pembiayaan, akad, hingga rumah siap ditempati.
Dengan mengetahui tahapannya sejak awal, Anda bisa menyiapkan dana secara lebih teratur dan menyesuaikannya dengan skema pembelian yang dipilih.
Mulai dari Pembayaran untuk Mengamankan Unit
Ini adalah titik pengeluaran pertama dan biasanya paling cepat terjadi setelah menentukan pilihan untuk membeli rumah.
- Booking Fee
Ini adalah tanda jadi yang dibayarkan untuk mengunci unit rumah yang Anda pilih. Besarnya tergantung pada masing-masing developer dan umumnya berkisar berapa juta rupiah.
- Uang Muka (DP)
Setelah proses pemesanan, pembayaran berikutnya dapat berupa uang muka atau DP. Berbeda dari booking fee, DP merupakan bagian dari harga rumah.
Besarnya dapat berbeda sesuai harga rumah, skema pembelian, program developer, maupun fasilitas pembiayaan yang digunakan. Karena itu, sebelum menentukan unit, Anda dapat meminta simulasi pembayaran agar mengetahui kebutuhan dana di tahap awal.
Baca Juga: Cek Legalitas Rumah Sebelum Booking, Kenapa Penting?
Biaya yang Muncul Jika Menggunakan KPR
Setelah berkas diajukan, bank akan mengenakan sejumlah biaya yang sifatnya sekali bayar. Hal ini umumnya diselesaikan sebelum akad kredit berlangsung, biaya-biaya tersebut adalah:
- Biaya provisi, yaitu imbalan atas persetujuan kredit dan besarnya sekitar satu persen dari plafon yang disetujui.
- Biaya administrasi bank, umumnya bervariasi dan sering dipromosikan menjadi nol pada periode tertentu.
- Biaya appraisal, untuk penilaian nilai wajar properti oleh pihak bank.
- Premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, umumnya besarnya menyesuaikan usia pemohon, tenor, dan plafon.
Bila digabungkan, komponen perbankan ini bisa mencapai beberapa persen dari plafon kredit yang diajukan. Perlu dicatat bahwa angka-angka di atas berada di luar cicilan bulanan sehingga perlu dipertimbangkan mengenai waktu kredit yang Anda ajukan.
Biaya yang Berkaitan dengan Peralihan Hak
Tahap inilah yang biasanya menyerap dana paling besar setelah DP.
- Biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) menjadi komponen terbesar yang wajib ditanggung pembeli. Tarifnya lima persen dari nilai perolehan objek pajak dan tanpa ini maka tidak akan memproses penandatangan Akta Jual Beli.
- Jasa Notaris/PPAT mencakup pembuatan AJB, pengecekan sertifikat, akta pemberian hak tanggungan, hingga proses balik nama. Honorarium PPAT diatur maksimal satu persen dari nilai transaksinya.
- PPN dikenakan pada pembelian rumah dari developer. Pada umumnya, harga yang tercantum dalam pricelist sudah termasuk PPN, tetapi hal ini perlu Anda pastikan kembali.
Setelah Serah Terima Kunci
Terakhir, serah terima kunci menandai berakhirnya proses pembelian, tetapi belum mengakhiri pengeluaran Anda. Beberapa pos yang perlu dianggarkan adalah:
- Penyambungan dan penambahan daya listrik serta instalasi air
- Iuran pengelolaan lingkungan (IPL) yang berjalan bulanan
- PBB sebagai kewajiban tahunan pemilik
- Biaya pindahan dan pengadaan perabotan
- Penyesuaian minor pada hunian sesuai kebutuhan keluarga
Tidak semuanya harus dipenuhi sekaligus. Anda bisa menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
Jangan Hanya Siapkan Dana untuk Hari Ini
Dalam membeli rumah, yang perlu disiapkan bukan hanya dana untuk melakukan pembayaran pertama. Yang tidak kalah penting adalah memahami urutan pembayaran dan biaya yang mungkin muncul setelahnya.
Dengan begitu, Anda bisa menentukan rumah dan skema pembayaran yang lebih sesuai dengan kondisi finansial.
Setiap pembelian memiliki kebutuhan yang berbeda. Harga rumah, metode pembayaran, fasilitas KPR, lokasi, kebijakan developer, serta ketentuan yang berlaku dapat memengaruhi besaran biaya yang perlu disiapkan.
Sudah punya rencana untuk memiliki rumah?
Cari tahu pilihan unit dan skema pembelian di Sapphire Griya melalui tim marketing kami.
📱 0817-0031-130
🌐 www.sapphiregriya.com
📸 Instagram: @sapphiregriya
🎵 TikTok: @sapphiregriya
FAQ
- Berapa persen biaya tambahan yang perlu disiapkan di luar harga rumah?
Secara umum, biaya tambahan akan memakan sekitar 5-10 persen dari nilai transaksi, mencakup BPHTB, jasa notaris, biaya bank, dan PPN yang berlaku. Tapi, persentase ini tergantung pada lokasi properti dan skema pembayaran yang dipilih.
- Apakah booking fee termasuk bagian dari DP?
Tidak selalu, booking fee biasanya untuk mengunci unit, sementara DP adalah bagian dari harga rumah.
- Kapan BPHTB harus dibayarkan?
BPHTB perlu dilunasi sebelum penandatanganan Akta Jual Beli dan tanpa ini, maka PPAT tidak dapat memproses AJB Anda.
- Apakah membeli secara cash bertahap bebas dari biaya BPHTB dan notaris?
Tidak, skema cash bertahap hanya menghilangkan komponen biaya bank, seperti provisi dan appraisal. Namun, untuk BPHTB, jasa notaris, dan PPN akan tetap berlaku karena berkaitan dengan perpindahan hak atas properti.
- Apakah harga di price list developer sudah termasuk PPN?
Hal ini tergantung pada kebijakan setiap developer. Sebagian sudah mencantumkan harga all-in termasuk PPN sehingga hal ini perlu Anda konfirmasi secara langsung.